Kamis, 18 Agustus 2011

Makna Berbuka Puasa



Oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid



Berbuka Dengan Apa ?


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dgn korma, kalau tdk ada korma dgn air, ini termasuk kesempurnaan kasih sayg dan semangat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk kebaikan) umat dan dalam menasehati mereka. Allah berfirman.
“Arti : Sesungguh telah datang kpdmu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa oleh penderitaan olehmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayg terhadap orang-orang mukmin” [At-Taubah : 128]
Karena memberikan ke tubuh yg kosong sesuatu yg manis, lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yg sehat, dia akan menjadi kuat dgn (korma). Adapun air, krn badan ketika dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dgn air akan sempurna manfaat dgn makanan.
Ketahuilah wahai hamba yg taat, sesungguh korma mengandung berkah dan kekhususan -demikian pula air- dalam pengaruh terhadap hati dan mensucikannya, tdk ada yg mengetahui kecuali orang yg berittiba’. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu (ia berkata) :
“Arti : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dgn korma basah (ruthab), jika tdk ada ruthab maka berbuka dgn korma kering (tamr), jika tdk ada tamr maka minum dgn satu tegukan air“[5]


Yang Diucapkan Ketika Berbuka


Ketahuilah wahai saudaraku yg berpuasa - mudah-mudahan Allah memberi taufiq kpd kita untuk mengikuti sunnah Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sesungguh engkau pu do’a yg dikabulkan, maka manfaatkanlah, berdo’alah kpd Allah dalam keadaan engkau yakin akan dikabulkan, -ketahuilah sesungguh Allah tdk mengabulkan do’a dari hati yg lalai-. Berdo’alah kpd-Nya dgn apa yg kamu mau dari berbagai macam do’a yg baik, mudah-mudahan engkau bisa mengambil kebaikan di dunia dan akhirat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Tiga do’a yg dikabulkan : do’a orang yg berpuasa, do’a orang yg terdhalimi dan do’a musafir” [6]
Do’a yg tdk tertolak ini ialah ketika waktu engkau berbuka berdasarkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Tiga orang yg tdk akan ditolak do’a : orang yg puasa ketika berbuka, Imam yg adil dan do’a orang yg didhalimi” [7]
Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Sesungguh orang yg puasa ketika berbuka memeliki doa yg tdk akan ditolak” [8]
Do’a yg paling afdhal ialah do’a ma’tsur dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan.
Dzahaba al-dhoma’u wabtali al-’uruuqu watsabbati al-ajru insya Allah
“Arti : Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah” [9]


Memberi Makan Orang Yang Puasa


Bersemangatlan wahai saudaraku -mudah-mudahan Allah memberkatimu dan memberi taufik kpdmu untuk mengamalkan kebajikan dan taqwa- untuk memberi makan orang yg puasa krn pahala besar dan kebaikan banyak.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Barangsiapa yg memberi buka orang yg puasa akan mendptkan pahala seperti pahala orang yg berpuasa tanpa mengurangi pahala sedikitpun” [10]
Orang yg puasa hrs memenuhi undangan (makan) saudaranya, krn barangsiapa yg tdk menghadiri undangan berarti telah durhaka kpd Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia hrs berkeyakinan bahwa Allah tdk akan menyia-nyiakan sedikitpun amal kebaikannya, tdk akan dikurangi pahala sedikitpun.
Orang yg diundang disunnahkan mendo’akan pengundang setelah selesai makan dgn do’a-do’a dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Arti : Telah makan makanan kalian orang-orang bajik, dan para malaikat bershalawat (mendo’akan kebaikan) atas kalian, orang-orang yg berpuasa telah berbuka di sisi kalian” [11]

“Arti : Ya Allah, berilah makan orang yg memberiku makan berilah minum orang yg memberiku minum” [Hadits Riwayat Muslim 2055 dari Miqdad]
“Arti : Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah, berilah barakah pada seluruh rizki yg Engkau berikan” [Hadits Riwayat Muslim 2042 dari Abdullah bin Busrin]
[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]


Foote Note :


[5]. Hadits Riwayat Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277,278), Tirmidzi 93/70) dgn dua jalan dari Anas, sanad shahih
[6]. Hadits Riwayat Uqaili dalam Ad-Dhu’afa’ (1/72), Abu Muslim Al-Kajji dalam Juz-nya, dan dari jalan Ibnu Masi dalam Juzul Anshari { } sanad hasan kalau tdk ada ‘an-’annah Yahya bin Abi Katsir, hadits ini pu syahid yaitu hadits selanjutnya.
[7]. Hadits Riwayat Tirmidzi (2528), Ibnu Majah (1752), Ibnu Hibban (2407) ada jahalah Abu Mudillah.
[8]. Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad yg shahih, perawi-perawi tsiqat.
[9]. Hadits Riwayat Abu Dawud 92/306), Baihaqi (4/239), Al-Hakim (1/422) Ibnu Sunni (128), Nasaai dalam ‘Amalul Yaum (296), Daruquthni (2/185) dia berkata : “sanad hasan”. Aku katakan : memang seperti ucapannya.
[10]. Hadits Riwayat Ahmad (4/144,115,116,5/192) Tirmidzi (804), ibnu Majah (1746), Ibnu Hibban (895), dishahihkan oleh Tirmidzi.
[11]. Hadits Riwayat Abi Syaibah (3/100), Ahmad (3/118), Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum” (268), Ibnu Sunni (129), Abdur Razak (4/311) dari berbagai jalan darinya, sand shahih



Peringatan : 
Apa yg ditambahkan oleh sebagian orang tentang hadits ini : “Allah menyebutkan di majlis-Nya” ialah tdk ada asalanya.




Sumber Berbuka Puasa 2/2 : http://alsofwah.or.id
http://muhsakirmsg.blogspot.com/makna berbuka puasa/2010/

Selasa, 16 Agustus 2011

renunganKU Padamu Negeri




"Dulu, penjara adalah tempatnya orang jahat. Maka, mengapa sekarang penjara justru menjadi tempat orang-orang hebat dan berpendidikan?. Dulu, penjara adalah tempat yang nista, saat ini mengapa penjara telah menjadi tempat yang terhormat.. tampaknya ada yang salah dari pemaknaan kemerdekaan dari anak bangsa yang bernurani"

Tulisan ini sengaja dibuat untuk mengapresiasi makna kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 66 tahun. Teringat secara jelas melalui lembaran-lembaran sejarah bagaimana keteguhan, kesungguhan dan pengorbanan para pendahulu kita yang disebut sebagai "pahlawan" dalam merebut kembali hak kemerdekaan Negara Indonesia. Kemerdekaan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara yang berdaulat. Kemerdekaan dari penjajahan, penindasan dan ketergantungan dengan bangsa asing. 

Meski banyak analisis tentang kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun, kemerdekaan tetaplah sebuah kemerdekaan yang harus dimaknai sebagai sebuah kesempatan untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka dengan sebenar-benarnya. Kemerdekan yang diperoleh sebagai "hadiah", kemerdekaan yang diperoleh karena " kebetulan" dan kemerdekaan yang diperoleh lantaran konsistensi perjuangan rakyat Indonesia untuk memperoleh legalitas bangsa yang tidak terjajah, tidak terkungkung, dan bangsa yang tidak tergilas oleh peradaban bangsa lain. Apapun analisis tentang kemerdekaan bangsa ini, tetap saja harus konsisten untuk memaknai kemerdekaan dengan kemajuan dan kebangkitan bersama.

Ada dua fase perjalanan bangsa ini hingga sampai pada makna hakiki dalam memaknai sebuah kemerdekaan. Merdeka dari penjajahan fisik, dan merdeka dari penjajahan mental dan moral. Saat ini bangsa Indonesia telah melewati satu fase penjajahan yang berbentuk fisik. Bangsa Indonesia telah mendapatkan eksistensinya sebagai sebuah bangsa yang merdeka, berdaulat dan memiliki legalitas dimata dunia. Perjalanan selanjutnya adalah mengalahkan penjajahan versi dua yang menggerogoti mental dan moral bangsa ini. 

Berjiwa Revolusioner
Sebelum tahun 1945, tepatnya kemerdekaan bangsa Indonesia, Negara ini membutuhkan masyarakat dan pemimpin yang berjiwa revolusioner. Untuk teguh mendapatkan kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan fisik. Meskipun pada saat itu tidak sediki rakyat Indonesia yang turut serta menjadi pengikut penjajah dengan berbagai motivasi, baik motivasi penghidupan, motivasi keamanan dan kesejahteraan. Sederhana saja, ketika itu, siapa yang mengikut penjajah (baik Belanda dan Jepang) dianggsap sebagai penghianat bangsa. Namun, tetap saja konsistensi perjuangan rakyat Indonesia yang tidak mau mengikut para penjajah itu berhasil mengantarkan kita pada sebuah kemerdekaan dari penjajahan Negara asing. Dan itu sebuah perolehan yang luar biasa. Dalam hal ini Bung Karno dan Hatta adalah icon pemimpin revolusioner yang berhasil mengantarkan bangsa ini kembali ke "kewibawaannya".

Namun, saat ini bangsa kita juga sedang mengalami penjajahan juga (menurut penulis). Penjajahan model baru dan strategi baru. Istilah musuh dalam selimut menjadi sebuah kalimat pengantar yang tepat untuk membicarakan masalah penjajahan versi baru ini. Titik tolaknya adalah dari krisis moral, krisis etika, krisis rasa syukur, dan krisis kesadaran akan makna penting dari sebuah kemerdekaan. Jika dahulu, salah satu program utama bung Karno pasca kemerdekaan adalah dalam bidang pendidikan demi upaya pengentasan kebodohan, maka, saat ini kepintaran masyarakat Indonesia sudah menjadi momok baru yang siap menggerogoti Negara ini. 

Beragam kasus yang seolah sudah " diaminkan" sebagai sebuah kelaziman menjadi salah satu pertanda bahwa bangsa ini bukan lagi butuh kepintaran, tapi bangsa ini butuh penyadaran moralitas, penyadaran etika berbangsa, penyadaran akan makna histories sebuah kemerdekaan bangsa ini, dan penyadaran akan rasa syukur terhadap kemajuan bangsa ini. Sampai pada metodologi dalam menjalankan bangsa ini juga sudah menjadi momok baru juga dalam perjalanan bangsa ini pasca kemerdekaan. 

Setelah merdeka, mau diapakan bangsa ini.?, setelah merdeka, mau dibawa kemana bangsa ini?, dan setelah merdeka mau dibuat apa bangsa ini. Ini adalah pertanyaan filosofis yang bisa jadi akan sangat dalam pembahasannya untuk sampai pada tujuan hakiki dalam memaknai sebuah kemerdekaan. Namun, penting juga mengkaji lebih jauh, apa sebenarnya yang diinginkan Bung Karno ketika membacakan teks Proklamasi itu?. Ataukah, teks proklamasi yang dibacakan itu hanya sebatas teks sebagai pijakan legalitas terhadap sebuah kemerdekaan sebuah bangsa. Sehingga rakyat Indonesia pasca kemerdekaan ini seolah-olah " kehilangang arah" dalam menjalankan roda kehidupan bangsa ini.

Makna Penting
Menurut hemat penulis, ada makna penting dibalik tesk proklamasi itu, " Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan dengan sebenar-benarnya…" kalimat kami dalam teks tersebut menandakan bahwa perolehan kemerdekaan bangsa ini bukan hanya milik perseorangan, kelompok dan golongan tertentu. Tidak ada istilah kaum miskin, kaum kapitalis, kaum borjuis, kaum apa saja. Dalam hal ini, kemerdekaan diperoleh, dimiliki, disaksisakan dan harus dirasakan oleh semua kalangan di Negara ini. Oleh karenanya, dalam perjalanan bangsa ini pasca kemerdekaan bangsa Indonesia harus bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tidak ada kapitalisme berbangsa, dan tidak ada diskriminasi dalam berbangsa. Sebab, kemerdekaan milik semua rakyat Indonesia.

Oleh karenanya, kesewenang-wenangan gaya baru harus dihapuskan di Negara Indonesia ini. Kesewenangan dalam jabatan dan amanah, dalam kebijakan, dalam pemberdayaan masyarakat, dalam pembinaan hukum, dalam pembinaan moral, dalam memberikan kesempatan penghidupan dan berusah menghidupi diri dan keluarga, dan kesewenangan dalam memberi kewenangan tanpa melihat kemampuan dan keamanahannya. Inilah yang menurut hemat penulis sebagai penjajahan versi baru di Negara Indonesia. Ini. 

Hal ini tentunya terkait dengan system kenegaraan yang sudah " terlanjur" dipakai tanpa melihat konsep maslahat dan mudharat nya. Demokrasi versi reformasi menjadi titik awal lahirnya penjajahan versi baru ini (menurut hemat penulis). Meski disana-sini telah banyak kebaikan dan kemajuan, namun tetap harus difikirkan eksistensinya di mata masyarakat. System Negara yang seolah-olah bergantung pada legalitas perpolitikan semata. 

Lihat saja, berapa banyak " bayi partai" yang baru lahir yang menunjukkan hak dalam berdemokrasi, berapa banyak pula biaya APBN dan APBD yang harus dikeluarkan untuk partai-partai tersebut. Sementara, dalam penerapannya, ada kesenjangan yang luar biasa antara " kepentingan rakyat" dengan apa yang disuarakan partai yang juga atas nama rakyat.

Tidak dapat dipungkiri juga, tingkat apatisme masyarakat Indonesi ini sudah semakin meningkat, terbukti di berbagai pemilihan kepala daerah di Indonesia ini tingkat golput sudah diatas 10%, bahkan ada yang mencapai 40%. Itu menandakan sebuah kesimpulan yang sederhana "siapapun pemimpinnya, tatap saja keadaan bangsa ini tidak berubah..". inilah yang menandakan bahwa bangsa kita sesungguhnya sudah kembali terjajah dan merasa dijajah. Menjajah kepercayaan bagi masyarakatnya, dan menjajah moral dan tanggung jawab kepada para pemimpinnya.

Ibaratkan seorang pemuda tampan yang punya penyakit dalam. Orang lain memandangnya enak, asyik dan senang, tapi ternyata didalam tubuhnya telah menjalar ribuan penyakit dalam yang sewaktu-waktu akan mematikan dirinya. penjajahan inilah yang harus diantisipasi sedini mungkin dari bangsa ini. Kriris moral, krisis tanggung jawab, krisis kepercayaan, krisis rasa syukur menjadi suasana baru yang harus kita fikirkan sebagai masyarakat yang merdeka. 

Menurut hemat penulis, harus ada keseimbangan dalam memaknai kemerdekaan ini sebagai sebuah evaluasi dalam menjalani kehidupan berbangsa di masa mendatang. Diantaranya;

1. Merdeka dari kebebasan yang kebablasan. Hal ini terkait dengan moralitas bangsa di mata bangsa ini dan bangsa luar nantinya. Kasus erotisme, kasus kebudayaan yang disalah artikan, dan sederatan kasus lainnya yang bisa saja menghapuskan nilai bangsa ini sebagai bangsa yang berbudaya. Kebebasan dalam artian yang lebih luas lagi bisa dimaknakan dalam berpendapat, berekspresi, berargumentasi. Nilai kesantunan sebenarnya menjadi salah satu alat ukur untuk melihat tingkat pendidikan sebuah bangsa. Oleh karenanya, teori sederhananya adalah, bangsa yang semakin pintar rakyatnya, maka, semakin santun prilakunya. Dan juga, merdeka dari rasa bebas yang tak beraturan. 

2. Merdeka dari krisis kepercayaan. Ini juga menjadi momok baru, sebab tak akan ada lagi gunanya sebuah negara jika didalamnya terdapat saling curiga dan tidak percaya. Rakyat tidak lagi percaya terhadap pemimpinnya pemimpin juga tidak percaya bahwa rakyat mendukungnya. Maka, perjalanan bangsa yang seperti ini tidak akan pernah stabil dan berjalan dengan lancar. Ini adalah peran rakyat. Rakyat Indonesia harus memberi kesempatan kepada siapapun yang memimpin daerah maupun negaranya. Beri kesempatan untuk berbuat, beri peringatan, bila melakukan kesalahan dan peringatan, dan beri hukuman jika memang tidak ada perubahan dan melakukan kesalahan dengan kesengajaan. Merdeka dari rasa tidak percaya dalam berbangsa akan mengantarkan bangsa ini lebih maju sebab diberi kesempatan untuk memajukan bangsa ini.

3. Merdeka dari menjelek-jelekkan bangsa sendiri. Inilah salah satu imbas negative jika sebuah negara memiliki multi partai. Jika Negara ini dijalankan dengan pemimpin yang lahir dari salah satu partai. Maka partai lain akan berusaha menjelek-jelekkan kepemimpinannya. Dan membanding-bandingkan dengan yang lain. Inilah yang juga menjadi momok baru mengapa bangsa ini sulit maju dan bangkit dari beragam permasalahan.

4. Merdeka dari ketergantungan. Sudah saatnya masyarakat Indonesia berfikir ulang terhadap keberlangsungan hidupnya. Berfikir untuk tidak lagi bergantung pada pemerintah saja. Berfikir untuk mencari jalan lain mencari penghidupan dan kehidupan. Moralitas bangsa kita yang sudah terpola terhadap makna Pegawai negeri sipil misalnya, menjadi salah satu momok yang lama-kelamaan menjadi momok baru dalam program mencerdaskan bangsa. Lama kelamaan, generasi muda Indonesia bersekolah dan berkuliah hanya berorientasi pada pekerjaan semata, pegawai semata tanpa melihat pada tingkat eksistensi keilmuan yang harus dimilikinya sebagai sarana pengembangan kreativitasnya kedepan. Kedepannya, memaknai kemerdekaan bangsa ini dengan tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada pemerintah saja.

5. Merdeka untuk ikhlas dan menjalin semangat kebersamaan dalam membangun bangsa. Dicari pemimpin yang amanah, pemimpin yang berorientasi pada pengembangan, pemberdayaan, kesejahteraan dan tanggung jawab. Mendapat amanah sebagai pejabat pemerintah, pemimpin dan wakil rakyat. Berarti sudah mengikhlaskan diri untuk menyerahkan semangat dan tanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini. Bukan pula sebaliknya, yang berkembang hanyalah semangat menggerogoti bangsa ini yang memang sudah keropos.

Akhirnya, dalam memaknai kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 66 ini harus melalui pembenahan internal diri dan moralitas bangsa ini secara keseluruhan. Baik niat dan motivasinya, tentunya akan baik pula hasilnya. Sebaliknya, buruk niatnya, maka itu pula yang nantinya akan menghancurkan bangsa ini perlahan-lahan. Semoga bangsa kita menjadi lebih baik kedepannya.


sumber:
-Muhsakir Gau/Renunganku
-http://muhsakir.blogspot.com

Senin, 15 Agustus 2011

GANGGUAN PADA SISTEM REPRODUKSI


Penyakit pada sistem reproduksi manusia dialalmi dan disebabkab oleh berbagai faktor. Ada yang dari luar ada pula yang dari dalam. yang dari luar misalanya karena masuknya bakteri atau virus. Berikut beberapa penyakit yang sedang tren di abad ini :

1.AIDS

AIDS kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome Penyakit AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang system keekbalan tubuh manusia, sehingga penderita AIDS menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Penyakit Flu bisa membuat penderita AIDS meninggal. sketsa virus HIV >>

2. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

3. Vulvovaginitis
Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva danvagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardnertella vaginalis. Dapat pula disebabkan oleh protozoa, misalnya Trichomonas vaginalis atau oleh jamur Candida albicans.


4. Impotensi
Impotensi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi penis. Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosterone, kelainan psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, obat-obatan, dan gangguan sistem saraf.


5. Gonorea
Gonorea merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rectum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonorea yang ditularkan dari ibu ke anaknya saat kelahiran dapat menyebabkan kebutaan. Bakteri Neisseria mudah bermutasi sehingga resisten terhadap antibiotic. Oleh karena itu penyakit ini harus segera ditangani. Gejalanya rasa sakit saat buang air kecil dan kelurnya nanah berwarna kuning kehijauan dari uretra.

6. Hipertropik Prostat
Hipertropik Prostat adalah pembesaran prostat yang terjadi pada pria berusia 50 tahun. Penyakit ini diduga berhubungan dengan penuaan dan proses perubahan hormone. Gejalanya adalah rasa ingin kencing terus menerus. Dapat diobati dengan operasi.

7. Prostatis
Prostatis adalah peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menyumbat uretra sehingga timbul rasa nyeri dan sulit buang air kecil

8. Infertilitas
 

Infertilitas adalah ketidakmampuan menghasilkan keturunan atau mandul. Infertilitas ini bisa disebabkan pria atau wanita.

9. Kanker Serviks
 Kanker Serviks (kanker leher rahim) banyak dialami wanita berusia 40-55 tahun. Kanker serviks di duga erat denagn infeksi Virus Herpes Simpleks tipe dua dan human papilloma virus. Pengobatannya dengan operasi, sinar radioaktif dan obat.

10. Sifilis
      Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi pada organ kelamin bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular sedangkan yang tersier tidak menular. Akan tetapi sifilis tersier menimbulkan dapat menimbulkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, hati.

11. NGU
NGU (Non-Gonococal urethritis) merupakan peradangan pada uretra dan serviks yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan Ureaplasma urealyticum.

12. Endometriosis
Endometriosis adalah terdapatnya jaringan endometrium di luar rahim. Misalnya dapat ditemukan di ovarium, peritoneum, usus besar, dan kandung kemih, akibat pengaliran balik darah menstruasi melalui Tuba Fallopi. Gejalanya adalah rasa nyeri saat menstruasi karena jaringan endometrisis luruh bersamaan dengan menstruasi. Dapat diobati dengan operasi atau pemberian hormon progesteron.

13. Sindrom Premenstrual
Sindrom Premenstrual adalah keadaan dimana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, bengkak pada tungkai, rasa pedih, dan nyeri payudara yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi. Penyebabnya diduga adalah kadar estrogen tinggi, progesterone rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi, dan gangguan psikis.

- Muhsakir Gau/ Sistem Reproduksi/2010/
- http://muhsakirmsg.blogspot.com/gangguan pada sistem reproduksi/2011/

Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam dan Al-Qur'an




Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”

Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,
“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”

Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,
“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”

Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,
“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”

perbedaan antara injil dan al-Qur'an filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan lnjil dan Al Qur’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”

Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,
”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”

Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,
”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qu’ran sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.”

Sumber :
- muhsakir gau/ islam dan Al-Qur'an/2009/
-http://muhsakirmsg.blogspot.com//

email

Kamis, 11 Agustus 2011

Keutamaan Puasa Ramadhan

                                       بسم الله الرحمن الرحيم


                                                        الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :




Sebagaimana diketahui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baiknya amalan ketaatan. dan puasa ramadhan adalah puasa tertinggi dan wajib hukumnya bagi semua muslim. Allah menyatakan bahwa amalan puasa adalah untuk-Nya dan Dia langsung yang memberi balasan yang berlipat-lipat, dikhususkan dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa darinya untuk masuk, tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.

Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan ramadhan yang dikabarkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. diantara keutamaan puasa ramadhan adalah sebagai berikut :1Bahwa puasa juga diwajibkan atas ummat sebelum kita. Allah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqoroh : 183)Jika puasa bukan sebuah amalan yang agung, maka tidak mungkin puasa juga diwajibkan atas ummat-ummat sebelum kita. walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita, artinya bukan pada bulan ramadhan yang diwajibkan atas mereka, akan tetapi amalan puasa itu tersendiri telah diwajibkan atas mereka yang menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung.2. Puasa adalah sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : "Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau." (Muttafaq 'Alaihi)Iman maksudnya beriman dengan Allah dan ridho atas diwajibkannya puasa ramadhan. pengharapan yaitu mengharap balasan dan pahala dari Allah. Jika seseorang telah yakin dan ridho akan kewajibannya berpuasa serta tidak benci atas kewajiban puasa ramadhan, yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.3. Bahwa pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
كل عمل ابن آدم له يضاعَف الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف ، قال الله تعالى : إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به ، يَدَعُ شهوته وطعامه من أجلي

Artinya : "Semua amalan anak Adam untuknya dan dilipat gandakan setiap satu kebaikan (dianggap) sepuluh kali kebaikan tersebut dan dilipat gandakan menjadi 700 kali. Allah berfirman : Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. (disebabkan) meninggalkan sahwatnya dan makanannya demi Aku." (HR Muslim)4. Dua kabahagiaan bagi orang yang berpuasa. yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. dan kebahagiaan ketika menjumpai Allah diakherat dengan dimasukkannya kedalam surga-Nya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

Artinya : "Untuk orang yang berpuasa dua kebahagiaan : kebahagiaan ketika berbuka puasa. dan kebahagiaan ketika menemui Tuhannya." (Muttafaq 'Alaihi)5. Bahwa amalan puasa memberi syafaat kepada yang mengamalkannya. seperti Al-Qur'an yang memberi syafaat diakherat kepada orang yang membacanya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة , يقول الصيام : أي رب منعتُه الطعام والشهوة فَشَفِّعْنِي فيه , ويقول القرآن : منعتُه النوم بالليل فَشَفِّعْنِي فيه , قال : فيشفعان

Artinya : "Puasa dan Al-Qur'an memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat. puasa berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat maka berikanlah syafaat. Al-Qur'an berkata : Wahai Robb, aku telah menahannya dari tidur dimalam hari maka berilah syafaat. Rosulullah berkata : maka keduanya memberi syafaat." (HR Ahmad, Ath-Thabrany dan Al-Hakim)Itulah 5 keutamaan puasa ramadhan. dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. dengan diwajibkannya amalan-amalan bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. semoga kita dijadikan sebagai hamba-hamba-Nya yang taat dan ridho dengan semua keputusan-Nya.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kisah Imam asy-Syafi’i Dan Para Pendengki (Kecerdasannya Yang Luar Biasa Dan Tiada Duanya)

Dihikayatkan bahwa ada sebagian ulama terkemuka di Iraq yang merasa dengki dan iri hati terhadap Imam asy-Syafi’i dan berupaya untuk menjatuhkannya. Hal ini dikarenakan keunggulan Imam asy-Syafi’i atas mereka di dalam ilmu dan hikmah, di samping karena beliau mendapatkan tempat yang khusus di hati para penuntut ilmu sehingga mereka begitu antusias menghadiri majlisnya saja dan merasa begitu puas dengan pendapat dan kapasitas keilmuannya.
Karena itu, para pendengki tersebut bersepakat untuk menjatuhkan Imam asy-Syafi’i. Caranya, mereka akan mengajukan beberapa pertanyaan yang rumit dalam bentuk teka-teki untuk menguji kecerdasannya dan seberapa dalam ilmunya di hadapan sang khalifah yang baik, Harun ar-Rasyid.
Khalifah memang sangat menyukai Imam asy-Syafi’i dan banyak memujinya.
Setelah menyiapkan beberapa pertanyaan tersebut, para pendengki tersebut memberitahu sang khalifah perihal keinginan mereka untuk menguji Imam asy-Syafi’i. Sang khalifah pun hadir dan mendengar langsung lontaran beberapa pertanyaan tersebut yang dijawab oleh Imam asy-Syafi’i dengan begitu cerdas dan amat fasih.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti berikut:
PERTANYAAN- 1
Para Pendengki (Selanjutnya disebut: PP) :
Apa pendapatmu mengenai seorang laki-laki yang menyembelih seekor kambing di rumahnya, kemudian dia keluar sebentar untuk suatu keperluan lalu kembali lagi seraya berkata kepada keluarganya, “Makanlah oleh kalian kambing ini karena ia sudah haram bagiku.’ Lalu dijawab oleh keluarganya pula, “Ia juga haram bagi kami.” (bagaimana hal ini bisa terjadi.?-red.,)
Imam asy-Syafi’i (Selanjutnya disebut: IS):
Sesungguhnya orang ini dulunya seorang yang musyrik, menyembelih kambing atas nama berhala, lalu keluar dari rumahnya untuk sebagian keperluan lalu diberi hidayah oleh Allah sehingga masuk Islam, maka kambing itu pun jadi haram baginya. Dan ketika mengetahui ia masuk Islam, keluarganya pun masuk Islam sehingga kambing itu juga haram bagi mereka.
PERTANYAAN –2
PP:

Ada dua orang Muslim yang berakal minum khamar, lalu salah satunya diganjar hukum Hadd (dicambuk 80 kali-red.,) tetapi yang satunya tidak diapa-apakan. (kenapa bisa demikian.?-red.,)
IS:
Sesungguhnya salah seorang di antara mereka berdua ini sudah baligh dan yang satunya lagi masih bocah (belum baligh).
PERTANYAAN-3
PP:

Ada lima orang menzinahi seorang wanita, lalu orang pertama divonis bunuh, orang kedua dirajam (dilempar dengan batu hingga mati-red.,), orang ketiga dikenai hukum hadd (cambuk seratus kali-red.,), orang keempat hanya dikenai setengah hukum hadd sedangkan orang kelima dibebaskan (tidak dikenai apa-apa). (Kenapa bisa demikian.?-red.,)
IS:
Karena orang pertama tersebut telah menghalalkan zina sehingga divonis murtad dan wajib dibunuh, orang kedua adalah seorang yang Muhshan (sudah menikah), orang ketiga adalah seorang yang Ghairu Muhshan (belum menikah), orang keempat adalah seorang budak sedangkan orang kelima adalah seorang yang gila.
PERTANYAAN-4
PP:

Seorang laki-laki mengerjakan shalat, lalu tatkala memberi salam ke kanan isterinya menjadi ditalak, tatkala memberi salam ke kiri batallah shalatnya serta tatkala melihat ke langit, dia malah wajib membayar 1000 dirham. (kenapa bisa begitu.?-red.,)
IS:
Tatkala memberi salam ke kanan, ia melihat seseorang yang telah ia nikahi isterinya saat dia menghilang (dalam pencarian), maka ketika ia melihatnya (suami lama isterinya tersebut) sudah hadir, ditalaklah isterinya tersebut dan tatkala menoleh ke arah kirinya, dia melihat ada najis sehingga batallah shalatnya, lalu ketika menengadah ke langit, dia melihat bulan sabit telah nampak di sana sementara ia punya hutang sebesar 1000 dirham yang harus dibayarnya pada awal bulan begitu nampak bulan sabit tersebut (karena dia harus membayar hutang tersebut pada awal bulan hijriah-red.,).
PERTANYAAN-5
PP:

Ada seorang imam melakukan shalat bersama empat orang jama’ah di masjid, lalu masuklah seorang laki-laki dan ikut melakukan shalat di samping kanan sang imam. Tatkala imam memberi salam ke kanan dan melihat orang tersebut, maka ia wajib dieksekusi mati sedangkan empat orang yang bersamanya harus dihukum cambuk sedangkan masjid tersebut wajib dihancurkan, (bagaimana bisa demikian.?-red.,)
IS:
Sesungguhnya lelaki yang datang itu dulunya memiliki seorang isteri, lalu dia bepergian dan meninggalkannya (mantan isterinya tersebut) di rumah saudaranya lantas si imam ini membunuh saudaranya tersebut dan mengklaim bahwa perempuan itu adalah isteri korban yang dikawininya (padahal ia adalah saudara perempuan si korban-red.,) lantas ke-empat orang yang melakukan shalat bersamanya itu bersaksi atas hal itu (bersaksi dusta-red.,), sedangkan masjid tersebut dulunya adalah rumah si korban (saudara laki-laki si wanita yang jadi isterinya-red.,) lalu dijadikan oleh si imam sebagai masjid (sehingga wajib dihancurkan-red.,).
PERTANYAAN- 6
PP:

Apa pendapatmu mengenai seorang laki-laki yang memiliki budak namun melarikan diri, lalu orang ini berkata, “Dia bebas (merdeka) jika aku makan, hingga aku menemukannya (alias: aku tidak akan makan hingga bisa menemukannya dan bila aku ternyata makan sebelum menemukannya, maka status budak tersebut adalah bebas/merdeka-red.,), bagaimana jalan keluar baginya dari ucapannya tersebut?
IS:
Ia hibahkan saja budak tersebut kepada sebagian anak-anaknya kemudian dia makan, kemudian setelah itu ia menarik kembali hibahnya tersebut.
PERTANYAAN- 7
PP:

Ada dua orang wanita bertemu dengan dua orang anak laki-laki, lalu kedua wanita tersebut berkata, “Selamat datang wahai kedua anak kami, kedua suami kami dan kedua anak dari kedua suami kami.” (bagaimana gambarannya?-red.,)
IS:
Sesungguhnya kedua anak laki-laki itu adalah dua anak dari masing-masing wanita tersebut, lalu masing-masing wanita itu menikah dengan anak laki-laki temannya (kawin silang-red.,), maka jadilah kedua anak laki-laki itu sebagai kedua anak mereka berdua, kedua suami mereka berdua dan kedua anak dari kedua suami mereka.
PERTANYAAN- 8
PP:

Seorang laki-laki mengambil sebuah wadah air untuk minum, lalu dia hanya bisa meminum separuhnya yang halal baginya sedangkan sisanya menjadi haram baginya, (bagaimana bisa terjadi.?-red.,)
IS:
Sesungguhnya laki-laki itu telah meminum separuh air di wadah, lalu ketika meminum separuhnya lagi ia mengalami ‘mimisan’ sehingga darah menetes ke wadah itu sehingga membuat darah bercampur dengan air. Maka, jadilah ia (sisanya tersebut) haram baginya.
PERTANYAAN- 9
PP:

Ada seorang laki-laki memberi kantong yang terisi penuh dan telah disegel kepada isterinya, lalu ia meminta kepada isterinya tersebut untuk mengosongkan isinya dengan syarat tidak membuka, merobek, menghancurkan segel atau membakarnya sebab bila ia melakukan salah satu dari hal tersebut, maka ia ditalak. (apa yang harus dilakukan sang isteri.?-red.,)
IS:
Sesungguhya kantong itu terisi penuh oleh gula atau garam sehingga apa yang harus dilakukan wanita hanyalah mencelupkannya ke dalam air hingga ia mencair sendiri.
PERTANYAAN- 10
PP:

Seorang laki-laki dan wanita melihat dua orang anak laki-laki di jalan, lalu keduanya mencium kedua anak laki-laki tersebut. Dan tatkala keduanya ditanyai mengenai tindakan mereka itu, si laki-laki itu menjawab, “Ayahku adalah kakek dari kedua anak laki-laki itu dan saudaraku adalah paman keduanya sedangkan isteriku adalah isteri ayahnya.” Sedangkan si wanita menjawab, “Ibuku adalah nenek keduanya dan saudara perempuanku adalah bibinya (dari pihak ibu).” (siapa sebenarnya kedua anak itu bagi kedua orang tersebut.?-red.,)
IS:
Sesungguhnya laki-laki itu tak lain adalah ayah kedua anak laki-laki itu sedangkan wanita itu adalah ibu mereka berdua.
PERTANYAAN- 11
PP:

Ada dua orang laki-laki berada di atas loteng rumah, lalu salah seorang dari mereka jatuh dan tewas. Sebagai konsekuensinya, isteri orang yang tewas tersebut menjadi haram bagi temannya yang satu lagi. (bagaimana ini bisa terjadi.?-red.,)
IS:
Sesungguhnya laki-laki yang jatuh lalu tewas itu adalah orang (majikan/tuan) yang telah menikahkan putrinya dengan budaknya yang bersamanya di atas loteng tersebut (yang selamat), maka tatkala ia tewas, putrinya tersebut mewarisinya sehingga menjadi pemilik budak yang tidak lain suaminya tersebut, maka jadilah ia (putri majikannya tersebut) haram baginya.
Sampai di sini, sang khalifah Harun ar-Rasyid yang menghadiri perdebatan tersebut tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kecerdasan Imam asy-Syafi’i, spontanitasnya, kebagusan pemahamannya dan keindahan ilmunya seraya berkata, “Maha suci Allah atas karunianya kepada Bani ‘Abdi Manaf; engkau telah menjelaskan dengan baik dan menafsirkan dengan begitu menawan serta mengungkapkan dengan begitu fasih.”
Maka berkatalah Imam asy-Syafi’i, “Semoga Allah memanjangkan umur Amirul Mukminin. Aku mau mengajukan kepada para ulama tersebut satu pertanyaan saja yang bila mereka dapat menjawabnya, maka alhamdulillah sedang bila tidak bisa, aku berharap Amirul Mukminin dapat mengekang keusilan mereka terhadapku.”
“Ya, itu hakmu, silahkan ajukan pertanyaanmu kepada mereka, wahai asy-Syafi’i,?” kata sang khalifah
“Ada seorang laki-laki yang meninggal dunia dengan meninggalkan warisan sebanyak 600 dirham namun saudara wanitanya hanya mendapatkan bagian 1 dirham saja dari warisan tersebut, bagaimana cara membagikan warisan tersebut,?” tanya asy-Syafi’i.
Maka, masing-masing dari para ulama tersebut saling memandang satu sama lain begitu lama namun tidak seorang pun dari mereka yang mampu menjawab satu pertanyaan tersebut sehingga tampak keringat membanjiri jidat mereka. Dan setelah begitu lama mereka hanya terdiam, berkatalah sang khalifah, “Ayo, katakan kepada mereka apa jawabannya.!”
“Orang tersebut meninggal dunia dengan meninggalkan ahli waris; dua anak perempuan, seorang ibu, seorang isteri, dua belas orang saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan. Jadi, dua anak perempuannya itu mendapatkan dua pertiganya, yaitu 400 dirham; si ibu mendapatkan seperenam, yaitu 100 dirham; isteri mendapatkan seperdelapan, yaitu 75 dirham; dua belas saudara laki-lakinya mendapatkan 24 dirham (masing-masing 2 dirham) sehingga sisanya yang satu dirham lagi itu menjadi jatah saudara perempuannya tersebut,” jawab Imam asy-Syafi’i setelah orang-orang yang ingin menjatuhkannya di hadapan khalifah yang amat mencintainya itu berbuat nekad terhadapnya.
Dan jawaban Imam asy-Syafi’i tersebut membuat sang khalifah tersenyum seraya berkata, “Semoga Allah memperbanyak pada keluarga besarku orang sepertimu.”
Lalu beliau memberi hadiah kepada Imam asy-Syafi’i sebanyak 2000 dirham. Hadiah itu diterimanya, lalu dibagi-bagikannya kepada para pelayan istana dan para pengawal.

(SUMBER: Mi`ah Qishshah Wa Qishshah Fi Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundy, Juz.II, h.3-10)
http://muhsakirmsg.blogspot.com//
Facebook Twitter Fans Page
Gratis Berlangganan artikel B-digg via mail, join sekarang!