Sabtu, 14 September 2019

MAKALAH KRITIK SASTRA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Kritik merupakan salah satu dari cabang ilmu sastra. Kritik sastra menganalisis teks karya sastra itu sendiri. Kritik dapat diterapkan pada semua bentuk karya sastra, baik yang berupa puisi, prosa maupun drama. Kritik adalah karangan yang menguraikan tentang pertimbangan baik atau buruk suatu karya sastra. Kritik biasanya diakhiri dengan kesimpulan analisis .
Tujuan kritik bukan hanya menunjukkan keunggulan, kelemahan, kebenaran, dan kesalahan sebuah karya sastra berdasarkan sudut tertentu, tetapi mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra tertinggi dan untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik. Tugas kritik sastra adalah menganalisis, menafsirkan, dan menilai suatu karya sastra . Kehadiran kritik sastra akan membuat sastra yang dihasilkan berikutnya menjadi lebih baik dan berbobot karena kritik sastra akan menunjukkan kekurangan sekaligus memberikan perbaikan.
Menurut pelaksanaanya kritik sastra terbagi atas kritik judisial (judicial criticism) dan impresionistik (impressionistic criticism). Kritik judisial adalah kritik sastra yang melakukan analisis, interprestasi, dan penilaiannya berdasarkan ukuran-ukuran, hukum-hukum dan standar-standar tertentu. Kritikus judisal melakukan kritik sastra berdasarkan ukuran-ukuran tersebut. Jenis sifatnya deduktif. Dapat dikatakan kritik ini merupakan kebalikan dari kritik yang sifatnya induktif.
Dalam kritik yang induktif, seorang kritikus tidak menerapkan standar-standar tertentu dalam mengkritik karya sastra. Ia berangkat dari fenomena yang ada dalam karya sastra itu secara objektif. Sedangkan kritik impresionik adalah kritik yang dibuat kritikus dengan mengemukakan kesan-kesan kritikus tentang objek kritiknya, tanggapan-tanggapan tentang kara sastra itu berdasarkan apa yang dirasakan kritikus tersebut. Dalam kritik yang impresionik, seorang kritikus menggunakan tafsiran untuk mengagumkan pembaca. Dalam kritik jenis ini kritikus jarang menggunakan penilaian.
Kritik sastra menurut bentuknya dapat digolongkan menjadi kritik teori (thoeritical criticism), dan kritik terapan (applied criticism). Kritik teori adalah bidang kritik sastra yang bekerja untuk menerapkan istilah-istilah, kategori-kategori dan kriteria-kriteria untuk diterapkan dalam pertimbangan dan interprestasi karya sastra, yang dengannya karya sastra dan para sastrawannya dinilai. Adapun kritik terapan adalah pelaksanaan dalam penerapan teori-teori kritik sastra sastra baik secara eksplisit, maupun implisit.

1.2.    Rumusan Masalah
a.    Apa materi tentang kritik sastra ?
b.    Apa jenis-jenis kritik sastra  pengertiannya ?
c.    Bagaimana periodesasi kritik sastra Indonesia?

1.3.       Tujuan Penulisan
a.    Untuk mengetahui materi tentang kritik sastra ?
b.    Untuk mengetahui apa saja jenis-jenis Aliran kritik sastra  pengertiannya ?
c.    Untuk mengetahui bagaimana periodesasi kritik sastra Indonesia?









BAB II
PEMBAHASAN

2.1.    Materi Kritik Sastra
Kritik merupakan salah satu dari cabang ilmu sastra. Kritik sastra menganalisis teks karya sastra itu sendiri. Kritik dapat diterapkan pada semua bentuk karya sastra, baik yang berupa puisi, prosa maupun drama.
Kritik adalah karangan yang menguraikan tentang pertimbangan baik atau buruk suatu karya sastra. Kritik biasanya diakhiri dengan kesimpulan analisis .
Tujuan kritik bukan hanya menunjukkan keunggulan, kelemahan, kebenaran, dan kesalahan sebuah karya sastra berdasarkan sudut tertentu, tetapi mendorong sastrawan untuk mencapai penciptaan sastra tertinggi dan untuk mengapresiasi karya sastra secara lebih baik.
Tugas kritik sastra adalah menganalisis, menafsirkan, dan menilai suatu karya sastra .
Kehadiran kritik sastra akan membuat sastra yang dihasilkan berikutnya menjadi lebih baik dan berbobot karena kritik sastra akan menunjukkan kekurangan sekaligus memberikan perbaikan.
Ciri-ciri Kritik Sastra
Kritik sastara mempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai berikut :
a.              Memberikan tanggapan terhadap hasil karya.
b.             Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan ) sebuah karya sastra
c.              Pertimbangan bersifat obyektif
d.             Memaparkan kesan prebadi kritikus terhadap sebuah karya sastra
e.              Memberikan alternatif perbaikan atau penyerpurnaan
f.               Tidak berprasangka
g.              Tidak terpengaruh siapa penulisnya
Pentingnya Kritik/ Fungsi Kritik
a.              Bagi Pembaca
Bagi pembaca merupakan penuntun untuk dapat menikmati ciptaan yang dikritik itu , sehingga dapat   memberikan pandangannya dan menghargainya
b.             Bagi Seniman atau Pengarangnya
Bagi pengarangnya merupekan petunjuk yang berharga yang wajib dipertimbangkan untuk kebaikan ciptaan yang akan datang.
Prinsip-Prinsip Penulisan Kritik
a.              Penulis harus secara terbuka mengemukakan dari sisi  mana ia menilai karya sastra tersebut.
b.             Penulis harus obyktif dalam menilai
c.              Penulis harus menyertakan bukti dari teks yang dikritik
Jenis-Jenis Kritik
a.              Kritik sastra intrinsik, yaitu menganalisis karya sastra berdasarkan unsur intrinsiknya, sehingga akan diketahui kelemahan dan kelebihan yang ada dalam karya sastra
b.             Kritik sastra ekstrinsik, yaitu menganalisis dengan cara menghubungkan karya sastra dengan penulisnya, pembacanya , atau masyarakatnya. Disamping itu juga melibatkan faktor ekstinsik lain seperti sejarah, psikologi, relegius, pendidikan dan sebagainya
c.              Kritik deduktif , yaitu menganalisis dengan cara berpegang teguh pada sebuah ukuran yang dipercayainya dan dipergunakan secara konsekuen
d.             Kritik Induktif, yaitu menganalisis dengan cara melepaskan semua hukum atau aturan yang berlaku
e.              Kritik impresionik, yaiti menganalisis hasil karya berdasarkan kesan pribadi secara subyektif terhadap karya sastra
f.               Kritik penghakiman , yaitu menganalisis dengan cara berpegang teguh pada ukuran atau aturan tertentu untuk menentukan apakah sebuah karya sastra baik atau buruk
g.              Kritik teknis, yaitu kritik yang dilakukan untuk tujuan tertentu saja
Contoh kritik sastra
a.              ” Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Essay” , oleh H.B. Yassin
b.             b.” Pokok dan Tokoh”, oleh Dr.A.Teeuw
c.              “Buku dan Penulis”, oleh Amal Hamzah
Tujuan penulisan kritik sastra antara lain:
a.              Memberikan panduan yang benar cara memahami karya sastra
b.             Berguna untuk penyusunan teori sastra an sejarah  sastra
c.              Membantu perkembangan kesusastraan suatu bangsa karena memberikan penjelasan baik buruknya suatu karya sastra
d.             Memberikan manfaat kepada masyrakat tentang pemahaman dan apresiasi sastra

2.2.    Jenis-jenis Aliran Kritik Sastra  
Menurut bantuknya
Kritik sastra menurut bentuknya dapat digolongkan menjadi kritik teori (thoeritical criticism), dan kritik terapan (applied criticism). Kritik teori adalah bidang kritik sastra yang bekerja untuk menerapkan istilah-istilah, kategori-kategori dan kriteria-kriteria untuk diterapkan dalam pertimbangan dan interprestasi karya sastra, yang dengannya karya sastra dan para sastrawannya dinilai. Adapun kritik terapan adalah pelaksanaan dalam penerapan teori-teori kritik sastra sastra baik secara eksplisit, maupun implisit.
Menurut pelaksanaannya
Menurut pelaksanaanya kritik sastra terbagi atas kritik judisial (judicial criticism) dan impresionistik (impressionistic criticism). Kritik judisial adalah kritik sastra yang melakukan analisis, interprestasi, dan penilaiannya berdasarkan ukuran-ukuran, hukum-hukum dan standar-standar tertentu. Kritikus judisal melakukan kritik sastra berdasarkan ukuran-ukuran tersebut. Jenis sifatnya deduktif. Dapat dikatakan kritik ini merupakan kebalikan dari kritik yang sifatnya induktif.
Dalam kritik yang induktif, seorang kritikus tidak menerapkan standar-standar tertentu dalam mengkritik karya sastra. Ia berangkat dari fenomena yang ada dalam karya sastra itu secara objektif.
Sedangkan kritik impresionik adalah kritik yang dibuat kritikus dengan mengemukakan kesan-kesan kritikus tentang objek kritiknya, tanggapan-tanggapan tentang kara sastra itu berdasarkan apa yang dirasakan kritikus tersebut.
Dalam kritik yang impresionik, seorang kritikus menggunakan tafsiran untuk mengagumkan pembaca. Dalam kritik jenis ini kritikus jarang menggunakan penilaian.
Menurut orientasi kritik
Abram (David Logde, 1972:5-21) membagi jenis kritik berdasarkan orientasinya, yaitu kritik mimetik, kritik ekspresif, kritik pragmatik dan kritik objektif.
1.             Kritik mimetik adalah kritik yang memandang karya sastra sebagai pencerminan kenyataan kehidupan manusia. Menurut Abrams, kritikus pada jenis ini memandang karya sastra sebagai tiruan aspek-aspek alam. Sastra merupakan pencerminan/penggambaran dunia kehidupan. Sehingga kriteria yang digunakan kritikus sejauh mana karya sastra mampu menggambarkan objek yang sebenarnya. Semakin jelas karya sastra menggambarkan realita semakin baguslah karya sastra itu. Kritik jenis ini jelas dipengaruhi oleh paham Aristoteles dan Plato yang menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan.
2.             Kritik ekspresif adalah kritik sastra yang memandang karya sastra sebagai ekspresi, curahan perasaan, atau imajinasi pengarang. Kritik ekspresif menitikberatkan pada pengarang. Kritikus ekspresif meyakini bahwa sastrawan (pengarang) karya sastra merupakan unsur pokok yang melahirkan pikiran-pikiran, persepsi-persepsi dan perasaan yang dikombinasikan dalam karya sastra. Kritikus dalam hal ini cenderung menimba karya sastra berdasarkan kemulusan, kesejatian, kecocokan pengelihatan mata batin pengarang/keadaan pikirannya. Pendekatan ini sering mencari fakta tentang watak khusus dan pengalaman-pengalaman sastrawan yang sadar/tidak, telah membuka dirinya dalam karyanya.
3.             Kritik pragmatik memandang karya sastra sebagai sesuatu yang dibangun untuk mencapai efek-efek tertentu pada audien (pendengar dan pembaca), baik berupa efek kesenangan, estetis, pendidikan maupun efek lainnya. Kritik ini cenderung menilai karya sastra menurut berhasil tidaknya karya tersebut mencapai tujuan tersebut (Pradopo, 199:26). Kritik ini memandang karya sastra sebagai sesuatau yang dibangun untuk mencapai efek-efek tertentu pada audien (pendengar dan pembaca), baik berupa efek kesenangan, estetis, pendidikan maupun efek lainnya. Sementara tujuan karya sastra pada umumnya: edukatif, estetis, atau politis. Dengan kata lain, kritik ini cenderung menilai karya sastra atas keberhasilannya mencapai tujuan. Ada yang berpendapat, bahwa kritik jenis ini lebih bergantung pada pembacanya (reseptif). Kritik jenis ini berkembang pada Angkatan Balai Pustaka. Sutan Takdir Alisjabana pernah menulis kritik jenis ini yang dibukukan dengan judul “Perjuangan dan Tanggung Jawab” dalam Kesusastraan.
4.             Kritik objektif memandang karya satra hendaknya tidak dikaitkan dengan hal-hal di luar karya sastra itu. Ia harus dipandang dsebagai teks yang utuh dan otonom, bebas dari hal-hal yang melatarbelakanginya, seperti pengarang, kenyataan, maupun pembaca. Objek kritik adalah teks satra: unsur-unsur interinsik karya tersebut.
Menurut objek kritik
Karya sastra terdiri atas beragam jenis, yaitu puisi, prosa dan drama. Artinya, kritik sastra dapat menjadikan puisi, puisi, prosa atau drama sebagai objeknya. Dengan demikain, jenis kritik ini dapat dibagi lagi menjadi berdasarkan objeknya, yakni kritik puisi, kritik prosa, kritik drama. Selain itu, kritik satra itu sendiri dapat dijadikan kritik sehingga dinamakan kritik atas kritik.
Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya, tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehendaki pertimbangan dan analitis dengan kriteria-kriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas, koherensi, keseimbangan, integritas, dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya. Jadi, unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur, tema, tokoh, dsb; tetapi juga mencakup kompleksitas, koherensi, kesinambungan, integritas, dsb. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri.
Kritik jenis ini mulai berkembang sejak tahun 20-an dan melahirkan teori-teori:
1.             New Critics (Kritikus Baru di AS)
2.             Kritikus formalis di Eropa
3.             Para strukturalis Perancis
Menurut sifatnya
Dalam dunia kritik sastra sering terjadi pertentang antara kritik sastra yang ditulis kalangan akademik dan nonakademik. Hal ini misalnya terlihat pada polemik antara kritikus sastra yang mengusung apa yang dinamakan metode Ganzheit dengan tokoh antara lain Goenawan Mohamad dan Arif Budiman versus kritikus sastra yang kemudian diistilahkan dengan aliran Rawamangun dengan tokoh-tokohnya antaralain M.S Hutagalung.
Dapat dikatakan kritik aliran Rawamangun mewakili jenis kritik sasta kalangan akademik. Sedangkan kritik sasta aliran Ganzheti mewakili kalangan nonakdemik.
Ada perbedaan antara dua kritik sastra dua liran tersebut. Kritik sastra nonakemik tidak terpaku pada format seperti yang terdapat pada petunjuk Tekhnik Penulisan Ilmiah; teori dan metode sastra meskipun digunakan ─ tidak diekspilitkan, dan menggunakan bahasa ilmiah populer.
Jenis-jenis tulisannya berupa esai dan artikel yang dipublikasikan lewat koran, majalah, atau buku-buku yang merupakan kumpulan kritik sastra. Para penulisnya umumnya sastrawan, wartawan atau kalangan umum yang tertarik mendalam dunia sastra. (Perkuliahan).

2.3.    Periodesasi Aliran  Kritik Sastra
Aliran Kritik Sastra Pada Zaman Balai Pustaka
Kegiatan kritik sastra Indonesia baru dimulai pada periode Balai Pustaka. Yang menulis kritik sastra pada waktu itu adalah para sastrawan. Di samping menulis karya sastra, mereka terkadang juga menulis kritik sastra. Adapun yang boleh dikatakan kritik sastra pertama ialah terkenal dengan nama Nota Rinkes, yakni Nota over de Vlkslectuur pada zaman Balai Pustaka (tahun 1920-an) yanh memuat aturan-aturan untuk buku yang diterbitkan oleh balai pustaka.
Nota rinkes dapat dikatakan sebagai kritik sastra karena menjadi pedoman penulisan karya sastra yang antara lain berisi aturan tentang keharusan bersikap netral terhadap agama, memperhatikan syarat-syarat budi pekerti yang baik, menjaga ketertiban dan tidak boleh berpolitik melawan pemerintah sesuai dengan Politik Balas Budi.
Oleh Karena itu, teori kritik sastra ini merupakan kritik normatif dan pragmatik. Hasilnya kelihatan dalam roman yang diterbitkan oleh balai pustaka, yaitu roman yang berorientasi pragmatik (memiliki tujuan tertentu) untuk memajukan dan mendidik rakyat untuk bebudi pekerti yang baik dan taat pada pemerintah. Di luar Balai pustaka, pada zaman itu ada juga penulisan kritik sastra yang meskipun sederhana oleh Mohammad Yamin. Kritik tersebut merupakan kritik sastra Indonesia yang pertama walaupun mengkritik karya sastra lama.

Aliran Kritik Sastra Pada Zaman Pujangga Baru
Kritik Sastra zaman Pujangga Baru memiliki beberapa kritikus yang berorientasi pada ekspresif dan romantik. Para kritikus tersebut adalah Sutan Takdir Alisyahbana, Armijn Pane, Sutan Syahrir dan J.E. Tatenkeng. Mereka menetujui adanya konsep sastra ‘ seni untuk seni’ (l’ art pour l’art).
Sebagai kritikus sastrawan pujangga baru, Armijn Pane mengungkapakan bahwa, dalam kesusasteraan yang terpenting adalah isi dari karya sastra. Sementara rupa dan bentuk hanya sebagai penarik perhatian. Ia menambahkan, bila hasil karya sastra seorang pengarang dikritik, iut menjadi ukuran pengarangnya sendiri, karena dialah cermin masyarakat dan zamannya.
Kritikus pujangga baru lainnya yaitu , J.E Tatenkeng juga berorientasi yang sama, ekspresif. Selain itu, Sutan Takdir Alisyahbana, tokoh kritikus yang produktif pada zaman itu, menambahkan bahwa tujuan sastra adalah untuk membangun bangsa. Serta karya sastra harus mengandung optimisme perjuangan , semangat jangan sampai ada karya satra lembek, yang hanya akan melemahkan pembaca (masyarakat).
Sedangkan Sutan Syahrir, agak berbeda dengan Takdir, ia lebih mengarahkan kesusasteraan Indonesia kearah kiri sosialis-politis. Yaitu pragmatik sektoral, bukan pragmatik nasional. Namun keduanya memiliki kesamaan,yaitu  sastra untuk pendidikan dan bertendens.
W.J.S Poerwadaminta mengatakan bahwa sastrawan Pujangga Baru, berorientasi ekspresif karena mendasarkan karya sastra sebagai curahan perasaan, pikiran, jiwa sastrawan dan gerak sukma sebagai pertimbangan dan gerak intrepertasi.

Aliran Kritik Sastra Pada Periode Angkatan 45’
Dalam periode ini, kritik sastra berupa esai dan terapan kritik. Dan di antara para kritikus zaman ini, HB Jassin muncul sebagai kritikus yang paling menonjol. Aliran sastra realisme, naturalisme dengan gaya ekspresionalisme adalah aliran yang terkenal pada zaman ini. Kritik sastra beraliran realisme dan naturalisme dilaksanakan pertama kali oleh HB Jassin pada periode ini sebagai suatu teori kritik.
Pada saat itu juga timbul paham individualisme dan humanisme universal. Paham individualisme baru tampak dalam karya ‘Aku’ Chairil anwar sastrawan angkatan 45. Dan sajak itu kemudian menjadi lambang individulisme angkatan ’45.
Aliran Teori Sastra Kelompok Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat)
Lekra didirikan pada 17 Agustus 1950 atas inisiatif para tokoh PKI , antara lain Aidit, Nyoto, Henk Ngantung, A.S. sehingga tak heran jika corak Lekra adalah komunistis. Para seniman dan simpatisannya menganut paham realisme sosialis yang berkonsep ‘seni untuk rakyat’ dan menolak ‘seni untuk seni’ konsep dari zaman pujangga baru. Saat itu tokoh sastrawan Lekra Pramoedya Ananta Toer mempertentangkan realisme sosialis dengan realisme barat meskipun tidak tampak jelas perbedaan antara keduanya. Iaa juga menjelaskan sastra, politik dan filsafat itu tidak dapt dipisahkan. Akan tetapi, intinya seluruhnya selalu bernapaskan perlawanan terhadap segala yang berbau ‘humanisme Borjuis’ dan untuk memenangkan ‘humanisme proletar’. Dan jelaslah kritik sastra Lekra bertipe juga pragmatik

Teori Kritik Sastra Revolusioner
Teori Kritik Sastra Revolusioner adalah varian dari Teori Lekra. Teori ini berkembang pada saat Dekrit Presiden Juli 1959 dan berpusat pada gagasan Sitor Situmorang dalam bukunya Sastra Revolusioner yang mengatakan bahwa teori revolusioner berorientasi pragmatik. Menurut Sitor, untuk mengambil peran dalam revolusi serta mendapat isi revolusionernya, tradisi sastra perjuangan masa lalu harus dibangkitkan, untuk mencapai sastra nasional dan bukan sastra internasional yang diindonesiakan. Karena sesungguhnya sastra adalah milik rakyat tidak ada kelas-kelas dalam sastra. Pada hakikatnya teori lekra dan reviolusioner sama, teori pragmatik yang mengarahkan sasarannya pada penulisan sastra bagi tujuan politik.

Teori Kritik Sastra Akademik
Pada sekitar pertengahan tahun 1950-an timbul kritik sastra corak baru, yaitu kritik sastra akademik. Disebut demikian karena kritik sastra ini ditulis oleh kritikus dari kampus universitas dan mendominasi kurun waktu 1950-1988. Kritik akademik ini berlangsung dari tahun 1956-1975. Munculnya corak kritik baru ini menimbulkan reaksi sampai akhirnya timbul perdebatan. Dan kemudian periode ini cepat berakhir.
Teori Kritik Sastra Periode 1956-1975
Dari kelompok sastrawan, teori kritik sastra dalam periode ini diwakili oleh Rustandi Kartakusumah, Harijadi S. Hrtowardoyo dan Ajib Rosidi.
Rustandi Kartakusumah mengatakan kunci selera sastra adalah pengajaran. Pengajaran di kuliah sastra, mempengaruhi penciptaan sastra dan akhirnya mempengaruhi selera sastra di Indonesia. Adapun jenis kritik sastranya adalah judisial, atau memberi penilaian.
Berbeda dengan Rustandi, Harijadi menyatakan membaca adalah menggali hikmahnya. Atau, menemukan diri penyair dalam karangannya.kritik sastra harus mampu menyelidiki sampai mana penyair dapat mengungkapkan isi hatinya.
Kritik Ajib Rosidi adalah kritik judisial. Ia mengemukakan bahwa untuk memahami karya sastra seseorang, diperlukan pembicaraan dan penelitian latar belakang sosio-budaya pengarang.
R.H Lome dalam kritik sastra, ia melakukan pendekatan objektif, bersifat induktif dan mimetik. Sedangkan Umar Junus mengemukakan teori penciptaan, yaitu teoripenilaian yang intinya menyatakan bahwa suatu ciptaan harus bisa menimbulkan emosi pembaca. Atau juga bisa dikenal dengan teori induktif.
Kritik Subagyo Sastrowardoyo termasuk dalam kelompok kritik ilmiah. Tugas sastra adalah mengorganisasikan dunia seni menjadi dunia pemikiran. Kesusasteraan tidak terpisah dari penilaian, dan dalam penilaian, subaqgyo menggunakan kriteria estetik.
Aliran Rawamangun adalah kelompok sastra dari Univ. Indonesia yang lahir di daerah Rawamangun. Diprakarsai oleh M.S Hutagalung tahun 1975. dasar kritik aliran ini adalah teori objektif.

Teori kritik Sastra Periode 1976-1988
Pada tahun 1980-an teori sastra dan  kritik sastra Barat yang bermacam coraknya itu diterapkan di Indonesia oleh para sastrawan dan akademik. Seperti kritik sastra teori semiotik, kritik sastra kontekstual, realisme sosialis. Teori sastra yang dirasakan kurang sesuai dengan karya sastra Indonesia yang bercorak latar budayanya sendiri oleh sastrawan Indonesia dilakukan penyaringan. Para tokoh kritikus pada periode ini adalahKorrie Layun Rampan, Budi Darma, Pamusuk Eneste.

Teori Kritik Sastra Indonesia/Nusantara Lama/Kuna
Banyak bemunculan kajian dan kritik sastra Indonesia / Nusantara Lama/ Kuna yang menerapkan teori sastra Barat sekirtar tahun 1980-an. Beberapa mahasiswa mengedisikannya seprti naskah bali, Babad Buleleng oleh P.J Wrsley, Hikayat Sri Rama oleh Univ Indonesia, Hikayat Hang Tuah dari Fakultas sastra UGM, Kakawin Gajah Mada oleh Univ. Padjajaran, disertsi Merong Mahawangsa berbahasa Melayu Kuno, dan disertasi Hikayat Iskandar Zulkarnaen oleh UGM. Demikianlah bukti bahwa teori modern Barat bisa di adaptasi hingga kritik sastra Nusantara Lama.
















BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Kritik sastra menurut bentuknya dapat digolongkan menjadi kritik teori (thoeritical criticism), dan kritik terapan (applied criticism). Kritik teori adalah bidang kritik sastra yang bekerja untuk menerapkan istilah-istilah, kategori-kategori dan kriteria-kriteria untuk diterapkan dalam pertimbangan dan interprestasi karya sastra, yang dengannya karya sastra dan para sastrawannya dinilai. Adapun kritik terapan adalah pelaksanaan dalam penerapan teori-teori kritik sastra sastra baik secara eksplisit, maupun implisit.
Menurut pelaksanaanya kritik sastra terbagi atas kritik judisial (judicial criticism) dan impresionistik (impressionistic criticism). Kritik judisial adalah kritik sastra yang melakukan analisis, interprestasi, dan penilaiannya berdasarkan ukuran-ukuran, hukum-hukum dan standar-standar tertentu. Kritikus judisal melakukan kritik sastra berdasarkan ukuran-ukuran tersebut. Jenis sifatnya deduktif.
Dapat dikatakan kritik ini merupakan kebalikan dari kritik yang sifatnya induktif. Dalam kritik yang induktif, seorang kritikus tidak menerapkan standar-standar tertentu dalam mengkritik karya sastra. Ia berangkat dari fenomena yang ada dalam karya sastra itu secara objektif. Sedangkan kritik impresionik adalah kritik yang dibuat kritikus dengan mengemukakan kesan-kesan kritikus tentang objek kritiknya, tanggapan-tanggapan tentang kara sastra itu berdasarkan apa yang dirasakan kritikus tersebut.
Dalam kritik yang impresionik, seorang kritikus menggunakan tafsiran untuk mengagumkan pembaca. Dalam kritik jenis ini kritikus jarang menggunakan penilaian.
Dalam dunia kritik sastra sering terjadi pertentang antara kritik sastra yang ditulis kalangan akademik dan nonakademik. Hal ini misalnya terlihat pada polemik antara kritikus sastra yang mengusung apa yang dinamakan metode Ganzheit dengan tokoh antara lain Goenawan Mohamad dan Arif Budiman versus kritikus sastra yang kemudian diistilahkan dengan aliran Rawamangun dengan tokoh-tokohnya antaralain M.S Hutagalung. Dapat dikatakan kritik aliran Rawamangun mewakili jenis kritik sasta kalangan akademik. Sedangkan kritik sasta aliran Ganzheti mewakili kalangan nonakdemik.
Ada perbedaan antara dua kritik sastra dua liran tersebut. Kritik sastra nonakemik tidak terpaku pada format seperti yang terdapat pada petunjuk Tekhnik Penulisan Ilmiah; teori dan metode sastra meskipun digunakan ─ tidak diekspilitkan, dan menggunakan bahasa ilmiah populer. Jenis-jenis tulisannya berupa esai dan artikel yang dipublikasikan lewat koran, majalah, atau buku-buku yang merupakan kumpulan kritik sastra. Para penulisnya umumnya sastrawan, wartawan atau kalangan umum yang tertarik mendalam dunia sastra.

3.2.       Saran
Karya sastra terdiri atas beragam jenis, yaitu puisi, prosa dan drama. Artinya, kritik sastra dapat menjadikan puisi, puisi, prosa atau drama sebagai objeknya. Dengan demikain, jenis kritik ini dapat dibagi lagi menjadi berdasarkan objeknya, yakni kritik puisi, kritik prosa, kritik drama. Selain itu, kritik satra itu sendiri dapat dijadikan kritik sehingga dinamakan kritik atas kritik.
Karya sastra merupakan sebuah keseluruhan yang mencakupi dirinya, tersusun dari bagian-bagian yang saling berjalinan erat secara batiniah dan mengehendaki pertimbangan dan analitis dengan kriteria-kriteria intrinsik berdasarkan keberadaan (kompleksitas, koherensi, keseimbangan, integritas, dan saling berhubungan antarunsur-unsur pembentuknya. Jadi, unsur intrinsik (objektif)) tidak hanya terbatas pada alur, tema, tokoh, dsb; tetapi juga mencakup kompleksitas, koherensi, kesinambungan, integritas, dsb. Pendekatan kritik sastra jenis ini menitikberatkan pada karya-karya itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

·               Wiyanto, Asul. 2005. Kesusastraan Sekolah. Jakarta : Grasindo.
·               Ulfah, Suroto. 2000. Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta : Erlangga.
·               Layun Rampan, Korrie. 1999. Aliran-Jenis Cerita Pendek. Jakarta : Balai Pustaka.
·               Sardjono Pradotokusumo, Partini. 2005. Pengkajian  Sastra. Jakarta : Gramedia.
·               The gau’ 2011 : Makalah Kritik Sastra_www.muhsakirmsg.blogspot.com/

Rabu, 04 Mei 2016

35 point Syiah bukan Islam


               Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan 35 point tentang Syiah bukan Islam.

Syiah bukan Islam – sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita  pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.

Syiah bukan Islam – Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia  termasuk rezim yang berkuasa di Iran.

Syiah bukan Islam – Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.

Syiah bukan Islam – Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.

Syiah bukan Islam – Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.

Syiah bukan Islam – Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.

Syiah bukan Islam – Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam

Syiah bukan Islam – Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.

Syiah bukan Islam – Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”

Syiah bukan Islam – Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.

Syiah bukan Islam – Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.

Syiah bukan Islam – Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina.  Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.

Syiah bukan Islam – Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab  yang empat, Ahlussunnah.  Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).

Syiah bukan Islam – Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.

Syiah bukan Islam – Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.

Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.

Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.

Syiah bukan Islam – Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.

Syiah bukan Islam – Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.

Syiah bukan Islam – Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).

Syiah bukan Islam – Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.

Syiah bukan Islam – Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.

Syiah bukan Islam – Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.

Syiah bukan Islam – Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.

Syiah bukan Islam – Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan  itulah taqiyah.

Syiah bukan Islam – Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.

Syiah bukan Islam – Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi

Syiah bukan Islam – Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.

Syiah bukan Islam – Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.

Syiah bukan Islam – visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.

Syiah bukan Islam – Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.

Syiah bukan Islam – contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.

Syiah bukan Islam – Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.

Syiah bukan Islam – Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.

Syiah bukan Islam – Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

TOPIK: SYIAH

Sabtu, 22 Juni 2013

Komputer dan Sejarah Perkembangannya

Salam hangat dan salam jumpa lagi gan, karena kesibukan sehari-hari admin jarang update, nah lanjut tanpa basa-basi kali ini kita akan membahas asal-usul komputer dan sejarah perkembangannya, yang sebagian materinya admin ambil dari tetangga sebelah dengan maksud untuk lebih melengkapi materi ini, semoga bermanfaat dan selamat membaca.....
 

Semakin hari semakin banyak orang yang bisa menggunakan komputer dan bisa dikatakan komputer saat ini merupakan sebuah kebutuhan, bisa untuk transaksi bisnis intenet, bekerja, maen game dan lain sebagainya.

Namun apa ada yang tahu asal mula komputer? Atau sejak kapan ada komputer? dan Siapa penciptanya?

Sedikit mengulas kembali mengenai asal usul dan sejarah komputer, siapa tahu diantara kita masih ada yang membutuhkan informasi ini atau malahan diantara kita hanya bisa menggunakan komputer tapi tidak tahu asal usul dan sejarah komputer, apabila ada kekurangan dalam artikel ini hara p ditambahkan di bagian komentar saja.

Asal usul (sejarah) dan evolusi komputer terbagi dalam dua zaman yaitu sebelum 1940 dan selepas 1940.

Sebelum Tahun 1940:

GENERASI PERTAMA

Pada awalnya manusia mengira-ngira dengan mengunakan jari, batu, kayu kecil, simpul pada tali dan sebagainya. Kemudian manusia mencoba menciptakan alat yang memudahkan kiraan itu. Asal usul komputer akan kita mulai dari sebuah alat yang digunakan sejak 5000 tahun yang lalu. Alat ini dipanggil ABAKUS.

Abakus juga dikenali dengan nama cepoa, sempua atau sempoa. Alat inidigunakan pertama kali di Babylona dan terus menyebar ke negara-negara Asia.

Abakus ini sendiri telah digunakan untuk membina Piramid Olhe ahli kejuteraan di Mesir bertahun-tahun yang lalu. Abakus telah membantu menghitung berat dan tinggi batu yang diperlukan, juga bagaimana batu-batu ini perlu disusun. Kini piramid-piramid ini masih berdiri indah dan kenyataannya abakus memang sebuah mesin kira yang cukup jitu dan tepat.

Abakus masih digunakan pada hari ini oleh sekelompok pedagang Cina di Malaysia. Contohnya di Kedai Runcit dan di Kedai Emas. Kini mulai awal 1994 Abakus juga diperkenalkan di sekolah-sekolah dasar di negara kita. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan daya ingat secara manual di kalangan murid.

Di Jepang, abakus dikenali sebagai soroban. Setiap tahun Jepang mengadakan pertandingan untuk menguji kecakapan mengira dengan abakus di kalangan pelajar sekolah. Apabila ada yang bisa membuat kiraan dengan cepat akan memenangi pertandingan tersebut.


Kemahiran ini amat disanjungi tinggi oleh masyarakat Jepang. Abakus dikatakan setanding dengan kalkulator dalam membuat kiraan campur, tolak, darab dan bagi.

Selepas abakus banyak lagi alat mengira diciptakan manusia. Diantaranya yang menarik ialah mesin Pascaline yang merupakan mesin kira (kalkulator) mekanikal yang pertama.

Alat ini dicipta pada tahun 1645 oleh Blaise Pascal, seorang ahli matematika berbangsa Perancis. Keupayaan Pascaline terhadap alat ini cuma dapat membuat kiraan campur dan tolak dan juga dianggap kurang tepat. Lantas manusia mencoba menciptakan alat yang lebih baik.

Walau bagaimanapun ciptaan pascal merupakan sebuah sumbangan yang penting. Oleh itu Pascal diberi sanjungan tinggi di mana sebuah bahasa komputer dinamakan Pascal.

Sejarah perkembangan komputer bermula dengan wujudnya proses pengiraan di dalam kehidupan manusia. Bermula dengan penggunaan jari-jemari manusia, kemudian tercipta alat Abakus yang dapat melakukan pengiraan asas campur, tolak dan darab.

Kemudian pada tahun 1617, John Napier telah mengemukakan sifir logaritma dan alat ini dipanggil tulang Napier yang dapat melakukan berbagai macam perhitungan angka-angka.

Kemudian Blaise Pascal pula menciptakan mesin hitung mekanikal pertama pada tahun 1642 yang beroperasi dengan cara menggerakkan gear pada roda dan kemudian telah dikembangkan oleh William Leibnitz.

Pada tahun 1816 pula Charles Babbage telah membina the difference engine yang telah dapat menyelesaikan masalah perhitungan sifir matematik seperti logaritma secara mekanikal dengan tepat sampai dengan dua puluh digit.

Mesin ini juga telah menggunakan semacam "card" sebagai input, untuk menyimpan "file-file" data melakukan perhitungan secara otomatis dan seterusnya mengeluarkan output dalam bentuk cetakan pada kertas.

Kemudian beliau telah memberikan perhatian kepada the analytical engine pula.

Card tersebut pertama kali telah digunakan sebagai alat input dalam industri tekstil pada mesin tenun otomatis ciptaan Joseph Jecquard pada tahun 1801.

Herman Hoolerith
telah mempopularkan penggunaan "card" sebagai alat input data yang telah banyak digunakan penduduk Amerika pada tahun 1887. Howard Aiken memperkenalkan penggunaan mesin elektromekanika yang disebut "Mark 1" pada tahun 1937;elektronik dan mekanikal. Mesin ini dapat menyelesaikan masalah fungsi-fungsi trigonometri di samping perhitungan-perhitungan yang telah dilakukan mesin-mesin sebelum ini.

Setelah Tahun 1940:

GENERASI KEDUA ( 1959 - 1964 )


Komputer-komputer generasi kedua telah menggunakan transistor dan diode untuk menggantikan saluran-saluran vakum dan menjadikan ukuran komputer lebih kecil dan murah. Cara baru menyimpan memori juga diperkenalkan melalui teknologi magnetik. Keupayaan pemprosesan dan ukuran memori utama komputer juga bertambah dan manjadikan ia lebih efisien.

Kemunculan FORTRAN dan COBOL menandakan permulaan bahasa tingkat tinggi untuk menggantikan bahasa pengantar dalam mesin yang lebih sukar.

Minikomputer juga telah diperkenalkan yaitu yang kedua terbesar di dalam generasi komputer. Versinya yang pertama ialah DEC PDP 8 yang diciptakan pada tahun 1964 yang berguna untuk memproses data-data.

GENERASI KETIGA (1964 awal - 80'an)

Chip mulai menggantikan transistor sebagai bahan logis komputer. Jenis komputer terkecil mikrokomputer telah muncul dan paling cepat menjadi popular seperti Apple II, IBM PC dan Sinclair.

Banyak bahasa pemrograman telah muncul seperti BASIC, Pascal dan PL/1.

Kebanyakan mikrokomputer didasari dengan tafsiran bahasa secara mendalam, chip ROM untuk menggunakan bahasa BASIC.

GENERASI KEEMPAT (awal 80'an - ... )

Chip masih digunakan untuk memproses dan menyimpan memori. Ia lebih canggih, dilengkapi hingga ratusan ribu komponen transistor yang disebut pengamiran skala amat besar (very large scale intergartion, VLSI). Pemprosesan dapat dilakukan dengan lebih tepat, sampai jutaan bit per detik.

Memori utama komputer menjadi lebih besar sehingga menyebabkan memori sekunder kurang penting. Teknologi chip yang maju ini telah mewujudkan satu lagi kelas komputer yang disebut Supercomputer.

GENERASI KELIMA (masa depan)


Generasi kelima dalam sejarah evolusi komputer merupakan komputer impian masa depan. Ia diperkirakan mempunyai lebih banyak unit pemprosesan yang berfungsi bersamaan untuk menyelesaikan lebih daripada satu tugas dalam satu masa.

Komputer ini juga mempunyai ingatan yang amat besar sehingga memungkinkan penyelesaian lebih dari satu tugas dalam waktu bersamaan. Unit pemprosesan pusat juga dapat berfungsi sebagai otak manusia.

Komputer ini juga mempunyai kepandaian tersendiri, merespon keadaan sekeliling melalui penglihatan yang bijak dalam mengambil sesuatu keputusan bebas dari pemikiran manusia yang disebut sebagai artificial intelligence.

SEJARAH komputer berawal dari abakus atau sempoa, yang sudah ada di Cina abad VI SM, dan kawasan Mediterania di masa Yunani dan Romawi kuno. Namun, perkembangannya seakan terhenti sampai saat Wilhelm Shickard, teman astronom Johannes Keppler, menemukan kalkulator mekanik pertama di Jerman (1623).
Sembilan belas tahun kemudian, ilmuwan Prancis Blaise Pascal (1623-1662) mengukir langkah baru dengan kalkulator otomatis delapan kolom digit, yang baru bisa mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan. Tiga puluh tahun kemudian alat ini dikembangkan lagi untuk pembagian dan perkalian oleh matematikus Jerman Gottfried Wilhelm Von Leibniz (1646-1716). Ia juga menyembangkan sistem binari, yang belakangan amat berperan dalam pengembangan cara berpikir dan bahasa komputer.
 Untung tahun 1801 penenun Prancis Joseph Marie Jacquard (1752-1834) menemukan alat tenun Jacquard yang bekerja sesuai kode perintah berupa lubang-lubang di punched card. Jarum akan lolos jika mendapati lubang, tapi tak bisa mengaitkan benang bila permukaan kartu rapat. Alat itu mengilhami penemu dan matematikus Inggris, Charles Babbage (1792- 1871), untuk mengembangkan komputer mekanis atau mesin analitis yang punya semua elemen dasar komputer otomatis.
Tapi, proyeknya macet karena tak ada onderdil yang pas. Lagi pula ia kekurangan dana. Tahun 1930 Vannevar Bush, insinyur listrik AS, meyembangkan mesin untuk menyelesaikan persamaan diferensial. Mesin ini dianggap komputer analog yang andal. Sementara itu baru 14 tahun kemudian, komputer digital dalam bentuk awalnya berhasil di rancang oleh Howard Aiken, profesor di Harvart University, AS. Mark I, begitu namanya, bisa melakukan tiga penjumlahan per detik. University of Pennsylvania tak mau kalah.
Dua tahun kemudian dua insinyurnya, J Presper Eckert, JR dan John William Mauchlay, membangun komputer digital elektronik atau Electronic Numerical Integrator And Computer (ENIAC). Mesin berbobot lebih dari 27 ton itu butuh ruangan 140 meter persegi.
 Untuk beroperasi di perlukan listrik 150 kilowatt, setara dengan pasokan listrik untuk kompleks kecil berisi 65 unit rumah menengah. Komputer yang sebesar rumah ini 1.000 kali jauh lebih cepat daripada Mark I. Ia bisa melakukan 5.000 penjumlahan dan 1.000 perkalian per detik. Eckert dan Muchlay lalu bekerja sama dengan matematikus Amerika kelahiran Hungaria, John Von Neuman.
Hasilnya, pada tahun 1951 mereka merancang Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC), yang mempengaruhi desain komputer generasi berikutnya. Di tahun itu pula, mereka membangun komputer yang lebih maju, Universal Automatic Computer (UNIVAC), yang jadi komputer komersil pertama. Berkat temuan transistor tahun 1947, muncul komputer yang sepenuhnya bertransistor karya insinyur Amerika, Seymour Cray tahun 1958.
Namun temuan Integrated Circuit (IC) tahun 1960-an menyebabkan revolusi dari kapasitas kerja dan ukurannya. Karena mampu menyimpan ribuan transistor dalam secuil chip silikon, IC memungkinkan bentuk komputer jadi ringkas dengan main frame berkecepatan tinggi dan kapasitas memori besar.
Para pembuat mikroprosessor berlomba memasuki kecepatan pemroses data dalam giga (GHz).Misalnya Athlon dari AMD, Pentium III dan Pentium IV. Perkembangan komputer makin lekat dengan kehidupan manusia saat di temukan komuter pribadi (PC) buatan Altair (1975).
Cuma baru tahun 1977, ketika dua pelajar Amerika, Steven P. Jobs dan Stephen G. Wozniak, mendirikan Apple Computer Company, lahirlah PC Apple II dengan harga terjangkau. Akhirnya Personal Computer (PC) berkembang seperti sekarang ini. Banyak program yang menyertainya, apalagi ditemukannya pemprograman berbasis windows, lebih memudahkan pengguna komputer.


Perkembangan komputer
1904
Sir John Ambrose Fleming invents the vacuum tube and diode.
1939
John Atanasoff and Clifford Berry invent the first electronic computer at Iowa State University. In 1973 a judge in a patent infringement suit would rule that this research was the idea source for the modern computer.
1940
Konrad Zuse in Germany develops the first programmable calculator using binary numbers and Boolean logic. His program runs on a paper tape.
1943
The world's first electronic valve programmable logic calculator, the Colossus, is built in Britain for the purpose of breaking Nazis codes. On average, Colossus deciphers a coded message in two hours.
1945
Alan Turing publishes his paper on the Universal Machine, laying out the principles of the modern computer.
1945
John Von Neumann, working independently of Turing, writes a document describing the stored-program computer, the basis for the computer industry.
1946
ENIAC, the first electronic digital computer put into operation.
1947
John Bardeen, Walter H. Brattain, and William B. Shockley of Bell Telephone Laboratories invent the transistor.
1949
Bell Labs publishes Shannon's theory of relay logic.
1951
UNIVAC becomes the first commercial computer.
1952
The first database is implemented on RCA's Bizmac computer.



1952
Admiral Grace Hopper develops the first computer compiler, leading to the creation of user-friendly languages and opening the door to a larger universe of computer applications and users.
1954
Gene Amdahl develops the first computer operating system for the IBM 704.
1955
Reynold Johnson develops the first disk drive.
1957
FORTRAN becomes commercially available.
1958
Jack Kilby of Texas Instruments invents the integrated circuit (IC).
1958
Seymour Cray of Control Data Corp. develops the first transistorized computer.
1958
ALGOL computer language, a high-level language designed specifically for programming scientific computations, comes into use.
1959
COBOL computer language is created.
1961
Silicon chips first appear.
1962
First minicomputer comes into use.
1963
Douglas Englebart, SRI, patents the idea of the computer mouse.
1964
IBM releases its Model 360 computer, which will result in $100 billion in sales over its life cycle.
1964
John Kemeny and Thomas Kurtz develop the BASIC computer language. Intel Chairman Gordon Moore suggests that integrated circuits would double in complexity every 18 months. This later becomes known as Moore's Law and is applied to microprocessor speed.

1965
Digital Equipment Corp. (DEC) introduces PDP-8 minicomputer.
1969
PASCAL computer language.
1971
Intel introduces its popular 4004 4-bit microprocessor, starting the evolution of Intel's famous line of 386, 486, and Pentium processors.
1973
Xerox develops first Ethernet Local Area Network (LAN) technology.
1975
Bill Gates and Paul Allen found Microsoft.
1976
Steve Jobs and Steve Wozniak form the Apple Computer Company.
1976
Alan Shugart, IBM, invents the 5.25-inch floppy.
1979
Dan Bricklin introduces the Visicalc spreadsheet.
1980
Philip Estridge, IBM, develops the first hard drive for PCs. It holds 10MB.
1981
IBM introduces the PC.
1982
First IBM-compatible PC clone is introduced by Columbia Data Systems.
1983
Apple Computer introduces the Macintosh computer. Microsoft releases Microsoft Windows 1.0.




Kelebihan :
Selama ini Google.com memang kita kenal sebagai situs mesin pencari yang sangat baik.Tapi selain itu Google masih punya manfaat-manfaat lain.Nah apa manfaat-manfaat itu?Berikut ini adalah kelebihan dari Om Google:

1. Google bisa digunakan untuk melihat cuaca

Untuk mengetahui cuaca kota-kota besar di seluruh dunia.
2. Google bisa digunakan untuk melihat waktu.

Untuk melihat waktu di seluruh dunia.
3. Google bisa digunakan sebagai kalkulator.

Petunjuk penggunaan kalkulator, bisa dibaca di http://www.google.com/help/calculator.html

4. Google bisa digunakan untuk mencari konstanta.

Kita bisa mencari nilai sebuah konstanta di Google, misalnya: pi, e, h, G.
5. Google bisa digunakan untuk mengkonversi satuan.

Anda bisa mempergunakan Google untuk mengubah satuan ke banyak konversi berbeda.
6. Google bisa digunakan untuk mencari definisi kata atau istilah asing.[/b]

Digunakan untuk mencari definisi kata atau istilah asing yang kita inginkan.

7. Google bisa digunakan untuk mengkonversi mata uang.
Google juga mampu mengkonversi mata uang, misalnya dari dollar ke rupiah. Namun, pada fitur ini, Anda harus tahu kode mata uang suatu negara.

8. Google bisa digunakan untuk melihat tracking number pengiriman anda.

Digunakan untuk melihat tracking number UPS , Fedex atau USPS.
Kekurangan  :
1.kalau kita search,kadang tidak memenuhi dan menyimpang dari apa yang kita mau(misalnya kita mau search"ruby in seal" malah keluar-nya gambar ruby nyata)
2.mudah disadap hacker/cracker
3.terkadang keluar website yang di-search nya yang bervirus..
- google adsensenya belum dukung penuh website yang berbahasa indonesia
- Fasilitas filter virus pada link website hasil search engine belum optimal
- Mudah dimanfaatkan hacker/cracker untuk menjebol situs/website
- Sering muncul peringatan ejaan tidak benar padahal kita sudah mengetik menggunakan bahasa Indonesia yang baku, hal ini disebabkan karena database keyword bahasa Indonesia masih belum terupdate sempurna
- Algoritma searchenginenya belum bisa diketahui (karena tidak open source)
dll
namun perlu diingat bahwa google adalah search engine terbaik di dunia, tetapi tidak ada produk manusia yang sempurna.

3. Kelebihan dan kelemahan yahoo

Kelebihan:
1. sebagai surat menyurat
2. salah satu web yang menyediakan fasilitas gratis.
3. banyak fasilitas yang disediakan,
4. berhubungan dengan orang lain lebih mudah dan banyak yang menanggapi karna termasuk situs local
Sebagai sarana pencarian paling populer saat dan komplit ini meliputi:
_Kecepatan pencarian Search Engine ini 3.8 %
_Keakuratan pencarian 3.7 %
_Cara penggunaan 3.9 %
_Fasilitas Tambahan 3.3 %
_Perbandingan dengan search engine lain paling komplit
kekurangan yahoo:
_Kekurangan: lama aksesnya,
loadingnya lama,sering terjadi pembobolan password menjadikan tidak aman,lama brawsingnya n sering gak kebuka email saya,yahoo indonesia bahasanya kurang lugas,Sayang kapasitas emailnya sangat terbatas dan software pendukung masih kurang
- Integrated services with single account
- Distributed servers secara geografis sehingga cenderung lebih mudah diakses dibandingkan situs internasional lainnya

Kekurangan:
- Untuk mail, model pengaturan pesannya masih konvensial per pesan, sehingga bila tergabung dalam mailing-list akan sedikit merepotkan (belum terpilah berdasarkan thread topik)
- Untuk iklan relatif lebih banyak dan mengandalkan graphics sehingga terkadang agak lambat diakses
1. Satu id yahoo hanya untuk yahoo, tak bisa untuk produk windows, seperti IM dan msn
2. sering disalahgunakan karna terlalu mudah membuat ID
3. Skin untuk YM masih sangat simple, tak seperti IM yang ada cukup banya
k
Yahoo!Answer suka menghapus jawaban/pertanyaan orang tanpa dimengerti dan dipilah terlebih dahulu. Banyak jawaban/pertanyaan yang menghina SARA, tetapi didiamkan saja. Ada jawaban/pertanyaan yang normal, termasuk perdebatan yang normal, dibilang penyalahgunaan dan jawaban/pertanyaan kita dihapus.

Mungkin atas dasar laporan orang lain. Tapi kan seharusnya dicerna dulu. Saya rasa sih moderator Y!A Indonesia nggak bisa bahasa Indonesia.
Sumber :
·         Wikipedia
·         The Gau’ 2009 ; Asal Usul Komputer dan Sejarah Perkembangannya; http://muhsakirmsg.blogspot.com
Facebook Twitter Fans Page
Gratis Berlangganan artikel B-digg via mail, join sekarang!